Panduan dan Tips Kegiatan Trade Expo Indonesia (TEI) 2019

By | October 9, 2019
Apa itu Trade Expo Indonesia ?
Trade Expo Indonesia (TEI) adalah pameran dagang multi produk baik barang juga jasa yang bersifat Business to Business (B2B). Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja unggulan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag RI) yang telah memasuki edisi ke-34, diselenggarakan di Indonesia Convention & Exhibition (ICE) BSD Tangerang pada 16-20 Oktober 2019 dengan mengusung tema “Moving Forward to Serve The World”.
Trade Expo Indonesia 2019 Jakarta

Credit Photo : www.itpc-barcelona.es

Area seluas 24,732 m2 dengan Sistem zonasi booth pada kegiatan TEI 2019 merupakan salah satu cara memudahkan visitor or buyer agar mampu menenukan apa yang dicari.
Terbagi dalam 10 Hall, berikut pembagian zonasi :
1) Kuliner Nusantara : Hall 1 & 10
2) Produk Lokal Unggulan : Hall 2
3) Produk Kreatif & Premium : Hall 3 & 3A
4) Produk Manufaktur & Jasa : Hall 5 & 6
5) Produk Makanan & Minuman : Hall 7 & 8
6) Produk Dekorasi & Furnitur : Hall 9
*Note : ICE BSD merupakan venue pameran yang memanjang dari Hall 1-10 pasti akan dilewati pengunjung ,meski terbatas biasanya panitia menyediakan mobil kecil (seperti mobil golf) untuk mobilisasi dari Hall 1-10.
Kegiatan apa saja yang terdapat pada TEI 2019?
Selain kegiatan pameran ada Kegiatan pendukung TEI 2019 lainnya yang diadakan secara bersamaan, yaitu :
  • Trade Tourism Investment Seminar, Kamis 17 Oktober 2019 pkl. 08.00-11.30 WIB
  • Regional Discussion, Kamis 17 Oktober 2019, pkl 13.00 – 18.00 WIB
  • Business Counseling, Sabtu 19 Oktober 2019, pkl. 09.00 – 12.00 WIB.
  • Talkshow, Jumat 18 Oktober 2019, pkl. 08.30 – 11.30 WIB
  • Export Startup Competition, Jumat 18 Oktober 2019, pkl. 14.00 – 16.30 WIB
  • Business Matching, Jadwal setiap hari dan tentatif mengenai buyer darimana saja yang ikut.
*Note : Kegiatan tersebut dapat diikuti oleh peserta pameran maupun umum dengan melakukan registrasi sebelumnya, kecuali Business Matching bisa on the spot
Trade Expo Indonesia 2019

Credit photo : kumparan.com

Pihak mana saja yang terlibat dalam Promosi TEI 2019 ?
a. 132 kantor perwakilan Indonesia di luar negeri terdiri dari KBRI, KJRI, dll.
b. 23 Atase Perdagangan (Atdag)
c. 19 Indonesia Trade Promotion Center (ITPC)
d. Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI)
Produk Apa yang memiliki permintaan tertinggi pada kegiatan TEI ?
a. Bahan makanan
b. Kopi
c. Kerajinan Tangan
d. Kemasan makanan & minuman
e. Cokelat
f. Barang konsumsi
*Note : Asal negara pengunjung selain lokal yang terbanyak adalah Malaysia, Arab Saudi, Afghanistan, China dan Jepang (TEI 2018)
Apa yang sebaiknya dilakukan sebelum Pameran ?
1) Mempersiapkan Alat Promosi
Alat promosi atau promotion tools adalah perangkat secara fisik yang keberadaannya harus ada kala mengikuti pameran dagang tak terkecuali TEI, yakni terdiri dari : Kartu nama, Brosur, Katalog dan profil perusahaan atau usaha (Company Profile).
a. Kartu nama : berisi informasi mengenai nama Pribadi, nama perusahaan, jabatan, Kontak email dan nomor handphone (Whatsapp Available).
b. Brosur : mengenai produk baik berupa sejarah singkat mengapa produk ini dimunculkan dan manfaat serta kegunaan atau mengapa harus memilih produk ini.
c. Katalog : lebih kepada penjelasan tentang spesifikasi produk, minimal order dan mungkin metode pembayaran yang diinginkan (Jangan pernah mencantumkan harga pada katalog sampai buyer menanyakan soal harga)
d. Company Profile : menjelaskan tentang produk yang dijual, tentang perusahaan itu sendiri, sertifikat apa saja yang telah dimiliki, cerita singkat dibalik Produk tersebut dimunculkan (Company profile idealnya cukup dua halaman).
Note : Jangan lupa juga menyiapkan sampel produk ketika melakukan mobilitas pada berbagai kegiatan pameran.
2) Membangun Komunikasi
Selain tentunya mempersiapkan tools promotion atau juga yang berkaitan dengan produk pada pameran Business to Business (B2B) idealnya adalah sudah menjalin kontak dengan calon buyer atau partner dengan melakukan korespondensi perkenalan.
Namun, Salah satu kesulitan adalah mencari informasi daftar hadir pengunjung pameran.
Ada dua sumber bila konteksnya TEI 2019 ini, yaitu :
1) tradexpoindonesia.com
Pada situs tersebut hanya tertera nama, negara asal, dan produk yang dicari/diminati. Padahal idealnya mencantumkan juga kontak email untuk kepentingan melakukan korespondensi perkenalan.
padahal ketika 2016 data visitor or buyer terbilang lengkap. Pernah satu kesempatan pada 2018 lalu mencoba mengkonfirmasi kepada Panitia, setelah beberapa kali bertanya kemudian panitia menjawab bahwa data memang di ‘keep’ oleh host event (Kemendag) yang menurut pribadi entah apa urgensinya.
2) Buyer List dari perwakilan dagang RI di luar negeri (Atase Perdagangan, ITPC, maupun KBRI)
Anda dapat meminta buyer list yang sudah diprospek oleh perwakilan dagang Indonesia di luar negeri.
Pada umumnya banyak yang mengeluhkan jika harus mencari informasi melalui pemerintah, baik tingkat kota, provinsi, maupun kementerian karena informasi yang ada terserak secara sporadis.
Untuk itu pada tahap awal mendapatkan informasi, kita dapat mencari alternatif lain dengan manfaatkan jejaring seperti LinkedIn, Instagram, Twitter dan Facebook agar mendapatkan respon perihal informasi yang dibutuhkan.
Melalui Direct Message pada masing-masing media sosial tersebut, Anda bisa terhubung langsung dengan lembaga atau personal yang dituju dengan menuliskan kata kunci nama yang ingin dicari.
*Note : membangun komunikasi dengan memperkenalkan identitas kita serta menjelaskan maksud dan tujuan.
Manfaatkan Free Trade Agreement (FTA) Center
Jika tidak ada halangan, FTA Center sebagai lembaga non-struktural di bawah Direktorat Perundingan Perjanjian Internasional (Ditjen PPI) Kementerian Perdagangan yang memiliki tiga tenaga ahli yaitu prosedur ekspor, promosi dan pemasaran, serta Implementasi Perjanjian Perdagangan.
FTA Center sendiri saat ini berpusat di lima kota (Medan, Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Makassar). Jadi, bagi Anda yang ingin memanfaatkan FTA dan mengetahui siapa saja negara yang menjadi mitra, silakan konsultasi ke booth FTA.
*Note: Keberadaan booth FTA masih dalam tahap menunggu konfirmasi & jika ada konsultasi tersebut GRATIS.
Perlu menjadi perhatian…
Dari tiga edisi yang secara pribadi sudah dilalui, kegiatan Business Matching pada TEI boleh dikatakan berantakan.
Apabila berbicara ideal adalah dari awal sudah ada data mengenai buyer apa saja yang akan hadir baik dari asal negara maupun produk yang diminati, sehingga peserta selaku tuan rumah yang secara umum mayoritas adalah penjual dapat mempersiapkan untuk pertemuan bisnis tersebut atau dilakukan berbasis komoditi dengan batasan waktu tertentu.
Realita yang ada ketika hari H seller dan buyer sama-sama mendaftar on the spot sehingga menimbulkan crowd dan juga wasting time bila sama sekali produk yang dimiliki bukan yang dicari. Terlebih yang kadang mengecewakan saat Kita membutuhkan buyer yang muncul di ruangan justru sama-sama penjual yang menawarkan produk
*Note : Pastikan Anda memiliki personil dalam tim yang mampu stand by di venue business matching, bila sewaktu-waktu ada yang mencari produk dapat segera ditemui.
Laporan berupa data adalah penting (untuk awam baiknya diabaikan).
Dalam lingkungan birokrat pemerintahan, seremonial adalah hal yang penting. Pelaporan kegiatan yang menjadi indikator sukses atau tidaknya kegiatan tersebut berjalan, kecenderungan hasil dari semua selalu positif.
Menyarankan kepada peserta juga publik,Jangan mudah terpukau dengan pemberitaan transaksi besar dan sebagainya.
Karena satu hari setelah kegiatan selesai atau malam hari setelah penutupan Anda akan melihat berita di media yang kurang lebih berbunyi “Pengunjung/Pembeli pada TEI 2019 meningkat xxx% dari 2018” dan atau “nilai transaksi TEI 2019 meningkat dari 2018/melebihi dari target sebesar Rp xxx” .
Keterpukauaan akan sesuatu terkadang membuat tinggi hati bila antara berita dengan realita yang dirasakan sesuai, namun menimbulkan kekecewaan bila pada kegiatan tersebut belum mendapat hasil yang diinginkan dan kontradiksi dengan pemberitaan.
Tak Kenal Maka Tak Profit
Paling penting Ketika Anda berhadapan dengan pihak lain terutama calon pembeli yang menjadi kuncian untuk diperhatikan kepada yang bersangkutan adalah : Nama, asal negara, Perusahaan/institusi, dan Jabatan sebagai apa. Berkenalan adalah awalan, setelah mengenal Kita akan mengetahui harus sejauh mana ‘membuka kartu’.
Terakhir, bahwa ada tantangan sendiri setelah pameran adalah tindak lanjut prospek calon buyer, jangan melakukan tindak lanjut lebih dari sepekan, maksimalkan waktu dalam tiga hari.
Agar tujuan mengikuti pameran dapat tercapai.
Berawal dengan kenalan, mendapat keuntungan (profit) kemudian.
Tetap Tenang & Tetap Dagang.

 

Diklat Ahli Kepabeanan (Kursus PPJK) 2019 di Jakarta & Bandung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *